PERAN TEKNOLOGI IOT DAN HALAL BLOCKCHAIN DALAM MITIGASI RISIKO DAN PENINGKATAN TRANSPARANSI COLD CHAIN DI PT. BELFOODS INDONESIA TBK

Authors

  • Dini Dini Sri Nurdini Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Angela Artha Patricia Lubis Lubis Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Faisal Purnama Lubis Universitas Logistik dan Bisnis Internasional
  • Aldi Salim Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Keywords:

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Risiko, SWOT, Cold Chain, Halal Blockchain, Teknologi IoT

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini menganalisis peran sinergis teknologi Internet of Things (IoT) dan Halal Blockchain dalam memitigasi risiko operasional dan meningkatkan transparansi cold chain di PT. Belfoods Indonesia Tbk. Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan ini dalam menjaga integritas produk beku, terutama terkait dengan kontrol suhu dan jaminan kehalalan, memerlukan solusi inovatif. Makalah ini mengkaji bagaimana teknologi IoT, dengan kemampuannya mengumpulkan data suhu dan lokasi secara real-time, dapat memberikan visibilitas proaktif dan deteksi anomali untuk mencegah kerusakan produk. Sementara itu, Halal Blockchain digunakan sebagai distributed ledger yang tidak dapat diubah untuk menciptakan catatan jejak produk yang aman, transparan, dan terverifikasi dari hulu ke hilir, memastikan kepatuhan terhadap standar halal.

Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), dan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan internal perusahaan, seperti reputasi kualitas dan skala operasional yang mapan, dapat dimanfaatkan untuk mengambil peluang pasar, meskipun dihadapkan pada kelemahan seperti biaya investasi awal yang tinggi dan kompleksitas integrasi. Analisis FMEA mengidentifikasi mode kegagalan kritis, dengan RPN (Risk Priority Number) tertinggi pada kegagalan sensor IoT dan risiko keamanan siber pada platform data. Rekomendasi yang diberikan mencakup investasi pada sensor berkualitas tinggi, penguatan keamanan siber, dan kemitraan strategis untuk mengatasi tantangan tersebut. Kesimpulannya, kombinasi IoT dan Halal Blockchain sangat penting untuk mencapai manajemen risiko yang optimal, efisiensi logistik, dan jaminan kehalalan produk yang tak terbantahkan, memperkuat posisi PT. Belfoods Indonesia Tbk di pasar.

Kata kunci: Teknologi IoT, Halal Blockchain, Cold Chain, Analisis SWOT, Analisis FMEA

Abstract

This study analyzes the synergistic role of Internet of Things (IoT) and Halal Blockchain technologies in mitigating operational risks and enhancing cold chain transparency at PT. Belfoods Indonesia Tbk. The challenges faced by the company in maintaining the integrity of frozen products, particularly concerning temperature control and halal assurance, necessitate innovative solutions. This paper examines how IoT technology, with its ability to collect real-time temperature and location data, provides proactive visibility and anomaly detection to prevent product damage. Concurrently, Halal Blockchain is utilized as an immutable distributed ledger to create a secure, transparent, and verifiable product traceability record from upstream to downstream, ensuring compliance with halal standards. The research methodology includes a literature review, SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis, and FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). The SWOT analysis reveals that the company's internal strengths, such as its reputation for quality and established operational scale, can be leveraged to seize market opportunities, despite weaknesses like high initial investment costs and integration complexity. The FMEA identifies critical failure modes, with the highest RPN (Risk Priority Number) scores attributed to IoT sensor failures and cybersecurity risks on the data platform. Recommendations include investing in high-quality sensors, strengthening cybersecurity, and forming strategic partnerships to overcome these challenges. In conclusion, the combination of IoT and Halal Blockchain is essential for achieving optimal risk management, logistical efficiency, and undeniable product halal assurance, thereby reinforcing PT. Belfoods Indonesia Tbk's market position.

Keywords: IoT Technology, Halal Blockchain, Cold Chain, SWOT Analysis, FMEA Analysis

References

Alvendri, D., Giatman, M., & Ernawati, E. (2023). Transformasi Pendidikan Kejuruan: Mengintegrasikan Teknologi IoT ke dalam Kurikulum Masa Depan. Journal of Education Research, 4(2), 752–758. https://doi.org/10.37985/jer.v4i2.244

Ansiska, P., Anggraini, S., Sari, I. M., Windari, E. H., & Oktoyoki, H. (2023). Isolasi Dan Identifikasi Jamur Patogen Buah Stroberi Selama Penyimpanan. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 25(1), 34–39. https://doi.org/10.31186/jipi.25.1.34-39

Gustavian, A., & Samsinar, S. (2020). Analisis Dan Implementasi E-Commerce Dengan Metode Business Model Canvas (Studi Kasus: Toko Jade Bag). IDEALIS : InDonEsiA JournaL Information System, 3(1), 260–266. https://doi.org/10.36080/idealis.v3i1.1673

Hasna Athallah Najla, & Kralawi Sita. (2022). Respons Kepuasan Pengunjung dan Strategi Pengembangan Agrowisata Gamboeng. Jurnal Sains Teh Dan Kina, 1(2), 1–11. https://doi.org/10.22302/pptk.jur.jstk.v1i2.160

Mardhiyah, R. (2020). Analisa jaminan halal pada produk daging berbasiskan HAS 23000 dan blockchain. Repository.Uinjkt.Ac.Id. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/53843

Martha, D. (2025). Peran Kompetensi dan Kepemimpinan SDM dalam Efektivitas Manajemen Rantai Dingin ( Cold Chain ) pada Industri Logistik Produk Sensitif Suhu di Indonesia. 5, 3652–3664.

Muhammad Zidhan Augestri, Achmad Fauzi, Aqila Naima Khairunnisa, Dyah Ayu Siti Sundari, Revi Arnan, & Yeremia Todo Sihombing. (2025). Penerapan Teknologi IoT dalam Optimalisasi Rantai Pasok Industri Logistik. Jurnal Manajemen Dan Pemasaran Digital, 3(2), 158–173. https://doi.org/10.38035/jmpd.v3i2.388

Putri, A. S., Hanum, E., Djunaidi, M., Nugraha, I., & Syaifullah, H. (2023). Perbaikan Kualitas Proses Pencetakan Buku Tulis: Pendekatan FMEA dan Diagram Fishbone. Waluyo Jatmiko Proceeding, 16(1), 231–240. https://doi.org/10.33005/wj.v16i1.12

Sari, M. M., Artayasa, I. N., & Mulyati, M. I. (2023). Perancangan Gaya Modern Kontemporer Pada Villa Belakang, Grand Villa Pererenan. Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, Dan Lingkungan Terbangun, 3(1), 102–110. https://doi.org/10.59997/vastukara.v3i1.2310

Sembiring, D., & Wathoni, N. (2021). Evaluasi Pelaksanaan Pendistribusian Cold Chain Product (CCP) oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Kota Bandung. Majalah Farmasetika, 6(4), 300. https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i4.34822

Silalahi, F. A., & Tambunan, W. (2020). JIME ( Journal of Industrial and Manufacture Engineering ) Risiko dan Analisis Keputusan Solusi Material Obsolete Instrument dan Electrical Menggunakan Metode FMEA dan AHP Risk and Analysis of Material Solutions Obsolete Instrument and Electrical Using FM. Jurnal Teknik Industri, 4(1), 37–42.

Suastrini, F. (2023). Manajemen Logistik Halal. Nusantara Hasana Journal, 2(9), 260–268. https://doi.org/10.59003/nhj.v2i9.838

Sugiwiyadmeika, A. P., Semara, I. M. T., & Parwati, K. S. M. (2022). Strategi pemasaran pada masa pandemi covid–19 di hotel prama sanur beach: Marketing strategy during the covid-19 pandemic at hotel prama sanur beach. Jurnal Ilmiah Pariwisata Dan Bisnis, 1(12), 3488–3503.

Zai, I., Yulianti, Y., Feblicia, S., Aqmi, A. L. Z., & Rahmah, A. F. (2022). Analisis Pengaruh Peningkatan Kinerja, Incoterms, Transportasi, Distribusi, Keterlibatan TPL dan Manajemen Risiko Terhadap Aktivitas Logistik. Jurnal Sosial Teknologi, 2(3), 225–238. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v2i3.304

Downloads

Published

2026-02-12