ANALISIS RISIKO COLD CHAIN DALAM DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19 DI WILAYAH BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN FMEA DAN SWOT
Abstract
Distribusi vaksin COVID-19 memerlukan sistem rantai dingin (cold chain) untuk menjaga stabilitas suhu dan efektivitas vaksin. Namun, pada prakteknya, sistem ini rentan terhadap berbagai risiko, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko dalam sistem cold chain distribusi vaksin COVID-19 di wilayah Bandung dengan menggunakan pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan SWOT Analysis, berdasarkan studi retrospektif berbasis data sekunder. Hasil FMEA menunjukkan tiga risiko prioritas tinggi: (1) pemadaman listrik saat penyimpanan (RPN = 216), (2) kesalahan operasional petugas (RPN = 192), dan (3) kerusakan alat pendingin portabel (RPN = 192). Analisis SWOT mengungkap kekuatan dalam koordinasi antarlembaga, namun kelemahan utama terletak pada infrastruktur pendingin yang tidak merata dan keterbatasan sumber daya manusia. Penelitian ini merekomendasikan mitigasi berbasis teknologi (seperti IoT untuk pemantauan suhu real-time), pelatihan rutin, serta peningkatan infrastruktur logistik. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi perencanaan sistem distribusi vaksin yang lebih tangguh dalam menghadapi darurat kesehatan di masa depan.




