ANALISIS STRATEGI RANTAI PASOK SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN DALAM RANGKA MENINGKATAN PENJUALAN (STUDI KASUS: BATIK PAOMAN ART, INDRAMAYU)
Abstract
Batik Paoman Art merupakan salah satu UMKM yang berkecimpung pada bidang produksi batik, Batik yang di produksi oleh Batik Paoman Art ada 2 macam, yaitu batik tulis dan batik cap. Tidak hanya Paoman Art UMKM yang memproduksi Batik di kelurahan Paoman, ada banyak tempat produksi lain-nya, tidak hanya faktor tersebut yang mempengaruhi penurunan penjualan Paoman Art, seperti yang telah kita ketahui masuknya budaya asing dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari media cetak , media massa dan internet (media sosial) yang sangat mempengaruhi budaya Indonesia salah satunya fashion. Dengan adanya permasalahan tersebut Paoman Art mengalami penurunan penjualan dari tahun ke tahun (2018 – 2023). Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui strategi apa yang tepat untuk digunakan dalam strategi pemasaran Batik Paoman Art. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Rantai Pasok dimulai dari Supplier – Produksi – Distribusi – sampai dengan ke Pelanggan, dari ke 4 faktor tersebut akan di analisis faktor internal dan eksternal nya yaitu dengan menggunakan metode SWOT. Selanjutnya yaitu pengolahan dengan menggunakan metode AHP, Kriteria yang dipakai dalam AHP yaitu memakai strategi bauran pemasaran (marketing mix) yaitu 4P (Product, Price, Promotion, Place) dan untuk alternatif strategi yang dipakai yaitu didapat dari pengolahan matriks swot yaitu 12 Alternatif Strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan strategi dengan nilai tertinggi yaitu , Kriteria Produk dengan presentase nilai sebesar 52,72% untuk Alternatif strategi nya (Memanfaatkan stok yang ada dengan membuat produk batik baru yang sedang trend dimasa kini, Memperbanyak inovasi terhadap jenis produk yang sudah ada, Mengadakan sosialisasi mengenai peraturan jangka waktu dalam proses pembuatan batik kepada bagian produksi) Kriteria Promosi dengan presentase nilai sebesar 21,04% untuk Alternatif strategi nya (Meningkatkan pelayanan yang baik guna mempertahankan citra perusahaan jangka panjang, Menanyakan secara langsung kepada pelanggan mengenai keinginan dan kebutuhan yang diharapkan pelangggan ketika pelanggan berada di store offline, Membuat kotak saran baik dihalaman website paoman art maupun di store paoman art), Kriteria Tempat dengan presentase nilai sebesar 19,67% untuk Alternatif strategi nya (Penambahan saluran distribusi baru dengan memaksimalkan platform E-Commers, Mempelajari tehnik penjualanan pesaing sejenis yang telah menerapkan penjualan dengan menggunakan media online, Membuka kesempatan untuk tenaga kerja baru yang masih muda), Kriteria Harga dengan presentase nilai sebesar 6,54% untuk Alternatif strategi nya dan Harga (Bekerjasama dengan beberapa supplier, Melakukan penawaran lebih lanjut ketika order produk ke supplier dengan membandingkan produk supplier dengan produk supplier lain, Membuka program reseller lagi di beberapa wilayah).
References
Anggoro, Suma (2021). Contoh Penerapan AHP . Diakses pada 20 Juli 2022, darihttps://dosenit.com/kuliah-it/sistem-informasi/contoh-penerapan-ahp-analytic-hierarchy-process
Arif, M. (2018). Supply Chain Management. Deepublish.
Agustin, A. (2014). Sejarah Batik Dan Motif Batik Di Indonesia. In Seminar Nasional Riset Inovatif II (pp. 539-545).
Fuadi, A. (2020, April). STRATEGI PENGEMBANGAN SENTRA BATIK JETIS SIDOARJO MENGGUNAKAN SWOT, SPACE DAN QSPM. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Teknik Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo (Vol. 1).
Hasibuan, A., Banjarnahor, A. R., Sahir, S. H., Cahya, H. N., Nur, N. K., Purba, B., ... & Mardia, M. (2021). Manajemen Logistik dan Supply Chain Management. Yayasan Kita Menulis.
Hutama, H. J., & Suliantoro, H. (2015). Analisis Dan Perumusan Strategi Pemasaran Pada UKM Batik Jawa Anggun Pekalongan Menggunakan Analisis SWOT Dan AHP. Industrial Engineering Online Journal, 4(2).
Kotler, Philip dan Amstrong (2020). Manajemen Pemasaran, Analisis Perencanaan, dan pengendalian. Jakarta : Erlangga.
Kurniawan, Inggried. (2021). IFAS – EFAS untuk Strategy Planning pada 26 September 2022, dari https://sis.binus.ac.id/2021/02/05/ifas-efas-untuk-strategy-planning/
Latifah, S. (2005). Prinsip-Prinsip Dasar Analytical Hierarchy Process.
Latif, L. A., Jamil, M., & Abbas, S. H. (2018). Buku Ajar: Sistem Pendukung Keputusan Teori dan Implementasi. Deepublish.
Lestari, S. D. (2012). Mengenal aneka batik. PT Balai Pustaka (Persero).
Manap, Abdul. (2016). Revolusi Manajemen Pemasaran. Jakarta : Mitra Wacana Media
Mardia, M., Hutabarat, M. L. P., Simanjuntak, M., Sipayung, R., Saragih, L., Simarmata, H. M. P., ... & Weya, I. (2021). Strategi Pemasaran. Yayasan Kita Menulis.
Maria, Haryanto. (2018). Sejarah Batik. Diakses pada 4 April 2022, dari https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/17960/2/BOOK_Sony%20Heru_Jony%20Haryanto_Roos%20Kities_Maria%20Rio_Batik%20dan%20Batikan_Bab%202.pdf
Martono, Ricky. (2015). Manajemen Logistik Terintegrasi. Jakarta Pusat : Penerbit PPM.
Nurngaeni, A. (2021). Analisis Strategi Pemasaran dengan Pendekatan Marketing Mix (Studi Kasus pada Home Industry Subama Batik Kroya-Cilacap). AmaNU: Jurnal Manajemen Dan Ekonomi, 4(2), 192-202.
Nur’Aini,Fajar (2018). Teknik Analisis SWOT. Jakarta Timur : Bumi Aksara.
Pertiwi, R. M., & Puspitasari, N. B. (2015). Pemilihan Strategi Bisnis IKM Batik Semarang. Diakses dari https://media. neliti. com/media/publications/186115- ID-pengendalian-kualitas-berat-benang-cd-40. pdf.
Philip Kotler dan Gary Armstrong, (2008) Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid, Jakarta: Erlangga.
Pujawan, Nyoman dan Mahendrawathi. (2017). Supply Chain Management. Yogyakarta : Andi.
Rangkuti, Freddy. (1997). Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. Palmerah Barat : PT.Centro Inti Media.
Rizky ,Dermawan (2018). Pengambilan Keputusan. Bandung : Alfabeta.
Sujarweni, Wiratna. (2015). SPSS Untuk Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Baru Press Sunyoto, Danang. (2020). Dasar-Dasar Manajemen Pemasaran. Yogyakarta : CAPS (Center of Academic Publishing Service)




